Pesta Demokrasi Kota Parepare telah dilaksanakan hari ini (Kamis, 28 Agustus 2008), seluruh wajib pilih telah menggunakan hak pilihnya untuk menentukan pemimpin Kota Parepare untuk periode tahun 2008-2013.
Pemilu yang diikuti oleh 5 handidat hampir dipastikan dimenangkan oleh pasangan H.M. Zain Katoe - H. Sjamsu Alam (ZK Bersalam) dengan nomor urut 1 menyingkirkan 4 pasangan lain. Data ini berdasarkan hasil perhitungan cepat (Quick Count) yang mengunggulkan ZK Bersalam dengan 27.602 Suara atau sekitar 40.86% dari keseluruhan 67.557 suara yang masuk.
Sekedar menyegarkan ingatan bahwa H.M. Zain Katoe adalah Walikota Parepare pada periode sebelumnya dan jika beliau benar-benar kembali terpilih maka bagi orang bugis diistilahkan dengan "Oppo'".
Sebagai bagian dari Kota Parepare, saya berharap bahwa ke depan Parepare akan lebih baik diawali dari proses Pemilu ini. Walikota terpilih menjadi harapan utama perbaikan itu terutama dalam hal pendidikan karena Kota ini dikenal sebagai kota Pendidikan. Harapan masyarakat sedang melambung yang tentu saja membutuhkan pembuktian yang nyata.
Selamat kepada Bapak H.M. Zain Katoe dan Bapak H. Sjamsu Alam atas terpilihnya memimpin Kota Parepare. Semoga bisa membawa kota Parepare menjadi lebih baik. Harapan kami ada di pundak kalian, jangan kecewakan kami...
Wednesday, August 27, 2008
Tuesday, August 26, 2008
Parepare Diambang Pesta Demokrasi
Entah berawal dari mana sehingga ajang PEMILU disebut sebagai PESTA DEMOKRASI. Apa karena dengan Pemilu artinya banyak pesta besar-besaran misalnya menghamburkan uang untuk menarik simpati pemilih entah dengan cara terselubung atau terang-terangan, entah dengan cara haram atau halal, atau pura-pura tidak tahu batas halal-haramnya. Entahlah, aku sendiri tidak memahaminya. Mungkin terlalu bodoh atau lesu melihat proses demokrasi negeri ini yang "katanya" dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Aku kemudian teringat dengan istilah kebanyakan orang Parepare untuk mewakili keraguan atas sesuatu "Tongeng Mo Ga...???"
Apa pun alasannya, apa pun dinamika yang mewarnainya, Demokrasi harus tetap berjalan di negeri kaya raya dan bermartabat kita Indonesia ini. Karena masalah apa pu yang membelit negeri ini tidak mengubah pandangan dan kebanggaanku terhadap negeri ini. Aku tetap bangga dilahirkan dan diberi kesempatan hidup di negeri Indonesia ini.
28 Agustus 2008 adalah salah satu moment yang akan menjadi sejarah bagi Kota Parepare karena pada saat itulah untuk pertama kalinya kota ini akan menyelenggarakan Pesta Demokrasi dalam bentuk pemilihan langsung untuk menentukan Walikota Parepare pilihan rakyat Parepare yang akan memimpin kota ini untuk periode 2008-2013.
Masyarakat pemilih disuguhi lima pasangan kandidat Walikota Parepare berdasarkan urutannya: (1) H.M. Zain Katoe - H. Sjamsu Alam (ZK Bersalam); (2) H.M. Taufan Pawe, SH - dr. Arvanita Andi Dengkeng (Ta'at); (3) H.A. Tadjuddin Kammisi - H.A. Rahman Saleh (Hati Rakyat); (4) H.A. Faisal A Sapada - Paseng Madong (FAS-Dong); (5) H.A. Syamsul Mallarangeng - H.A. Ridha Ali (Syariah). Kelima kandidat inilah yang akan memperebutkan posisi paling strategis di Kota Parepare.
Sebelum pencoblosan tanggal 28 Agustus 2008 telah digelar kampanye untuk memperkenalkan wajah-wajah kandidat dan tentunya visi dan misi mereka kalau tidak mau dibilang "Janji-janji". Berbagai upaya telah dilakukan termasuk konvoi di jalan dengan mengerahkan massa yang jujur saja sangat menganggu kelancaran jalan raya, apalagi banyak diantara simpatisan yang berkendara ugal-ugalan tanpa memperhatikan keselamatan orang lain. Tetapi apa pun itu, bagi saya masih wajar untuk negeri seperti kita yang baru merangkak belajar berdemokrasi.
Sebagai bagian dari kota Parepare saya berharap PEMILU Parepare berjalan dengan lancar dan tertib pada saat pemungutan suara terlebih pasca pemungutan suara. Kita harus belajar dari daerah lain, baik yang sukses maupun yang terhambat dalam proses pemilunya. Kita selayaknya meniru daerah yang sukses dengan menerima apa pun hasilnya dan tidak menjadi "bodoh" dan menodai proses demokrasi.
Bagi kandidat: Selamat berjuang...!!!, dan bagi pendukung: mari menerima dengan lapang dada apa pun hasilnya. Pemenang hanya satu, tapi tidak berarti menjadi kekalahan bagi kandidat lain. Banyak cara untuk memajukan Kota Parepare, tidak hanya dengan menjadi Walikota.
Apa pun alasannya, apa pun dinamika yang mewarnainya, Demokrasi harus tetap berjalan di negeri kaya raya dan bermartabat kita Indonesia ini. Karena masalah apa pu yang membelit negeri ini tidak mengubah pandangan dan kebanggaanku terhadap negeri ini. Aku tetap bangga dilahirkan dan diberi kesempatan hidup di negeri Indonesia ini.
28 Agustus 2008 adalah salah satu moment yang akan menjadi sejarah bagi Kota Parepare karena pada saat itulah untuk pertama kalinya kota ini akan menyelenggarakan Pesta Demokrasi dalam bentuk pemilihan langsung untuk menentukan Walikota Parepare pilihan rakyat Parepare yang akan memimpin kota ini untuk periode 2008-2013.
Masyarakat pemilih disuguhi lima pasangan kandidat Walikota Parepare berdasarkan urutannya: (1) H.M. Zain Katoe - H. Sjamsu Alam (ZK Bersalam); (2) H.M. Taufan Pawe, SH - dr. Arvanita Andi Dengkeng (Ta'at); (3) H.A. Tadjuddin Kammisi - H.A. Rahman Saleh (Hati Rakyat); (4) H.A. Faisal A Sapada - Paseng Madong (FAS-Dong); (5) H.A. Syamsul Mallarangeng - H.A. Ridha Ali (Syariah). Kelima kandidat inilah yang akan memperebutkan posisi paling strategis di Kota Parepare.
Sebelum pencoblosan tanggal 28 Agustus 2008 telah digelar kampanye untuk memperkenalkan wajah-wajah kandidat dan tentunya visi dan misi mereka kalau tidak mau dibilang "Janji-janji". Berbagai upaya telah dilakukan termasuk konvoi di jalan dengan mengerahkan massa yang jujur saja sangat menganggu kelancaran jalan raya, apalagi banyak diantara simpatisan yang berkendara ugal-ugalan tanpa memperhatikan keselamatan orang lain. Tetapi apa pun itu, bagi saya masih wajar untuk negeri seperti kita yang baru merangkak belajar berdemokrasi.
Sebagai bagian dari kota Parepare saya berharap PEMILU Parepare berjalan dengan lancar dan tertib pada saat pemungutan suara terlebih pasca pemungutan suara. Kita harus belajar dari daerah lain, baik yang sukses maupun yang terhambat dalam proses pemilunya. Kita selayaknya meniru daerah yang sukses dengan menerima apa pun hasilnya dan tidak menjadi "bodoh" dan menodai proses demokrasi.
Bagi kandidat: Selamat berjuang...!!!, dan bagi pendukung: mari menerima dengan lapang dada apa pun hasilnya. Pemenang hanya satu, tapi tidak berarti menjadi kekalahan bagi kandidat lain. Banyak cara untuk memajukan Kota Parepare, tidak hanya dengan menjadi Walikota.
Friday, July 18, 2008
"Gaby - Jauh", Lahirkan Pembohong Bermuka Palsu
Fenomena lagu Gaby masih saja terus bergulir di masyarakat seperti bola salju yang sulit terbendung apalagi melalui media infotainment sehingga perbincangannya semakin panas. Berbagai pihak yang mengklaim lagu ini sebagai karyanya masih saja terus bermunculan bagai jamur di musim hujan bahkan beberapa diantaranya hadir memperlihatkan wajah "tolol" yang semakin menggambarkan raut wajah kebohongannya.
Lagu "Gaby - Jauh" telah mengusik ranah perhatian publik Indonesia mulai dari kalangan pengamen hingga musisi-musisi top negeri ini. Tidak hanya sampai di situ, gebrakan dan sensasi lagu "Gaby - Jauh" hampir menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Sebut saja selebriti, ahli telematika bahkan sampai pada komunitas paranormal. Lagu "Gaby - Jauh" sungguh luar biasa sehingga kepopuleran ceritanya mampu menyaingi hangatnya berita korupsi anggota DPR dan kasus suap di MA yang menjadi bahasan utama media massa akhir-akhir ini.
Lagu "Gaby - Jauh" telah memunculkan banyak pembohong yang dengan tanpa rasa malu mengklaim lagu ini sebagai karya mereka. Mereka telah menggadaikan harga diri untuk sebuah popularitas. SUNGGUH MEMALUKAN.
Sebuah fakta baru telah terungkap seiring dengan munculnya Abe (Andi Besse), sang pelantun lagu sebenarnya yang dibuktikan kebenarannya oleh "pakar" telematika Roy Suryo. Abe adalah pemilik suara dari lagu yang beredar di internet. Kemunculan Abe pula yang semakin memperjelas bahwa pencipta lagu ini adalah Pai (personil Caramel Makassar), bukan dari mana-mana tapi dari "Kota Daeng" Makassar.
Tanpa pembuktian dari Roy Suryo pun dari awal saya pribadi telah meyakini bahwa lagu ini milik orang Makassar. Jauh sebelum lagu ini diperebutkan, lagu berjudul "Jauh" ini telah populer di Sulawesi Selatan khususnya di Kota Makassar meski saat itu memang saya tidak tau nama penyanyinya. Yang saya tau bahwa penyanyinya berasal dari STMIK Dipanegara Makassar. Lagu ini sempat menjadi lagu pavorit saya pada tahun 2006 (awal-awal saya bermukim di Kota Parepare meninggalkan Makassar) dan kemudian terlupa dan kaget saat lagu ini seketika menjadi perhatian semua orang ditambah lagi dengan munculnya banyak pembohong-pembohong bermuka palsu.
Tidak ada tendensi apa-apa dibalik tulisan ini, saya hanya mengungkap apa yang saya tau dan saya pikirkan. Satu yang pasti bahwa saya mendukung langkah-langkah yang ditempuh Pai Cs untuk memperjuangkan lagu ini. Perjuangkan dan raih apa yang menjadi hak kalian dan masyarakat Makassar, atas nama Siri' Na Pacce.
Lagu "Gaby - Jauh" telah mengusik ranah perhatian publik Indonesia mulai dari kalangan pengamen hingga musisi-musisi top negeri ini. Tidak hanya sampai di situ, gebrakan dan sensasi lagu "Gaby - Jauh" hampir menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Sebut saja selebriti, ahli telematika bahkan sampai pada komunitas paranormal. Lagu "Gaby - Jauh" sungguh luar biasa sehingga kepopuleran ceritanya mampu menyaingi hangatnya berita korupsi anggota DPR dan kasus suap di MA yang menjadi bahasan utama media massa akhir-akhir ini.
Lagu "Gaby - Jauh" telah memunculkan banyak pembohong yang dengan tanpa rasa malu mengklaim lagu ini sebagai karya mereka. Mereka telah menggadaikan harga diri untuk sebuah popularitas. SUNGGUH MEMALUKAN.
Sebuah fakta baru telah terungkap seiring dengan munculnya Abe (Andi Besse), sang pelantun lagu sebenarnya yang dibuktikan kebenarannya oleh "pakar" telematika Roy Suryo. Abe adalah pemilik suara dari lagu yang beredar di internet. Kemunculan Abe pula yang semakin memperjelas bahwa pencipta lagu ini adalah Pai (personil Caramel Makassar), bukan dari mana-mana tapi dari "Kota Daeng" Makassar.
Tanpa pembuktian dari Roy Suryo pun dari awal saya pribadi telah meyakini bahwa lagu ini milik orang Makassar. Jauh sebelum lagu ini diperebutkan, lagu berjudul "Jauh" ini telah populer di Sulawesi Selatan khususnya di Kota Makassar meski saat itu memang saya tidak tau nama penyanyinya. Yang saya tau bahwa penyanyinya berasal dari STMIK Dipanegara Makassar. Lagu ini sempat menjadi lagu pavorit saya pada tahun 2006 (awal-awal saya bermukim di Kota Parepare meninggalkan Makassar) dan kemudian terlupa dan kaget saat lagu ini seketika menjadi perhatian semua orang ditambah lagi dengan munculnya banyak pembohong-pembohong bermuka palsu.
Tidak ada tendensi apa-apa dibalik tulisan ini, saya hanya mengungkap apa yang saya tau dan saya pikirkan. Satu yang pasti bahwa saya mendukung langkah-langkah yang ditempuh Pai Cs untuk memperjuangkan lagu ini. Perjuangkan dan raih apa yang menjadi hak kalian dan masyarakat Makassar, atas nama Siri' Na Pacce.
Subscribe to:
Posts (Atom)