Showing posts with label Activity. Show all posts
Showing posts with label Activity. Show all posts

Tuesday, August 26, 2008

Parepare Diambang Pesta Demokrasi

Entah berawal dari mana sehingga ajang PEMILU disebut sebagai PESTA DEMOKRASI. Apa karena dengan Pemilu artinya banyak pesta besar-besaran misalnya menghamburkan uang untuk menarik simpati pemilih entah dengan cara terselubung atau terang-terangan, entah dengan cara haram atau halal, atau pura-pura tidak tahu batas halal-haramnya. Entahlah, aku sendiri tidak memahaminya. Mungkin terlalu bodoh atau lesu melihat proses demokrasi negeri ini yang "katanya" dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Aku kemudian teringat dengan istilah kebanyakan orang Parepare untuk mewakili keraguan atas sesuatu "Tongeng Mo Ga...???"

Apa pun alasannya, apa pun dinamika yang mewarnainya, Demokrasi harus tetap berjalan di negeri kaya raya dan bermartabat kita Indonesia ini. Karena masalah apa pu yang membelit negeri ini tidak mengubah pandangan dan kebanggaanku terhadap negeri ini. Aku tetap bangga dilahirkan dan diberi kesempatan hidup di negeri Indonesia ini.

28 Agustus 2008 adalah salah satu moment yang akan menjadi sejarah bagi Kota Parepare karena pada saat itulah untuk pertama kalinya kota ini akan menyelenggarakan Pesta Demokrasi dalam bentuk pemilihan langsung untuk menentukan Walikota Parepare pilihan rakyat Parepare yang akan memimpin kota ini untuk periode 2008-2013.

Masyarakat pemilih disuguhi lima pasangan kandidat Walikota Parepare berdasarkan urutannya: (1) H.M. Zain Katoe - H. Sjamsu Alam (ZK Bersalam); (2) H.M. Taufan Pawe, SH - dr. Arvanita Andi Dengkeng (Ta'at); (3) H.A. Tadjuddin Kammisi - H.A. Rahman Saleh (Hati Rakyat); (4) H.A. Faisal A Sapada - Paseng Madong (FAS-Dong); (5) H.A. Syamsul Mallarangeng - H.A. Ridha Ali (Syariah). Kelima kandidat inilah yang akan memperebutkan posisi paling strategis di Kota Parepare.

Sebelum pencoblosan tanggal 28 Agustus 2008 telah digelar kampanye untuk memperkenalkan wajah-wajah kandidat dan tentunya visi dan misi mereka kalau tidak mau dibilang "Janji-janji". Berbagai upaya telah dilakukan termasuk konvoi di jalan dengan mengerahkan massa yang jujur saja sangat menganggu kelancaran jalan raya, apalagi banyak diantara simpatisan yang berkendara ugal-ugalan tanpa memperhatikan keselamatan orang lain. Tetapi apa pun itu, bagi saya masih wajar untuk negeri seperti kita yang baru merangkak belajar berdemokrasi.

Sebagai bagian dari kota Parepare saya berharap PEMILU Parepare berjalan dengan lancar dan tertib pada saat pemungutan suara terlebih pasca pemungutan suara. Kita harus belajar dari daerah lain, baik yang sukses maupun yang terhambat dalam proses pemilunya. Kita selayaknya meniru daerah yang sukses dengan menerima apa pun hasilnya dan tidak menjadi "bodoh" dan menodai proses demokrasi.

Bagi kandidat: Selamat berjuang...!!!, dan bagi pendukung: mari menerima dengan lapang dada apa pun hasilnya. Pemenang hanya satu, tapi tidak berarti menjadi kekalahan bagi kandidat lain. Banyak cara untuk memajukan Kota Parepare, tidak hanya dengan menjadi Walikota.

Saturday, March 8, 2008

BLOG, Sahabat dan Guru

Seiring dengan perjalanan waktu, banyak yang terjadi dengan blog ini. Dibuat apa adanya tanpa sedikit pun pengetahuan tentang blog, benar-benar blank apalagi saat dibuat masih menggunakan template classic yang rumit, tidak seperti sekarang yang sudah menggunakan template XML yang menurutku lebih mudah.
Sepanjang perjalanannya, blog ini banyak mengalami hal-hal diluar dugaan termasuk keseringan error karena pengetahuan yang minim, berulang kali ganti template, hiasan sidebar yang tidak pernah sepi (tambal sana sini maksudnya), sempat ditinggalkan kemudian diurus lagi, begitulah hidup yang kadang menghadirkan kejenuhan termasuk dalam dunia blog.
Blog sederhana ini seolah telah menjadi bagian dari diriku, meski jelek begini tetapi aku menganggap bahwa inilah karyaku yang tidak bisa dibandingkan dengan apa pun. Blog inilah tempatku bereksperimen untuk menciptakan blog-blog yang lain termasuk jika ada sahabatku yang ingin dibuatkan blog atau sekedar ingin didampingi membuat blog (didampingi, bukan diajari). Seingatku sudah empat blog yang aku buat untuk sahabat-sahabatku dan pihak lain, salah satunya saya komersialkan alias dibayar.
Pengetahuan tentang blog yang meski masih sangat minim aku bagi dengan sahabat-sahabatku yang ingin belajar. Tahun 2007 yang lalu, sahabatku (teman kuliah) Jo dan Uche berkunjung khusus ke tempatku (Parepare) selama kurang lebih 3 hari untuk belajar membuat blog. Tetapi sayang blog mereka tidak terurus karena koneksi internet yang belum tersedia di tempat mereka. Bulan Februari 2008 giliran Mhomank dan Iccank yang berkunjung dengan tujuan yang sama, padahal jarak kami lumayan jauh sampai harus menempuh jarak berjam-jam. Lain lagi dengan Andhika Mappasomba yang rela menungguiku di kampus Universitas Islam Makassar (UIM) sampai tengah malam ditengah hujan lebat dan mengeksplore dunia blog sampai hampir pagi di salah satu warnet di Makassar (ah... dasar sastrawan yang tergila-gila dengan kunang-kunang dan hujan).
Ada lagi teman yang sudah seperti saudara (Shufi Sumarda: eks teman kantor di SSCI Parepare), terlambat sadar dengan nikmatnya blogging bahkan dulunya sering ngeledek dengan aktivitas blogku. Tetapi aneh bin ajaib akhir-akhir ini mulai serius dengan blog, mungkin karena malu dulu sempat ngeledek sehingga hanya dalam keadaan terpaksa dia bertanya. Terkadang aku harus memaksanya untuk bertanya, atau aku yang memaksa untuk membantunya (narsis banget ya... hehehe).
Aku bersyukur dengan apresiasi sahabat-sahabat sekaligus saudara-saudaraku meski telah kukatakan bahwa aku belumlah apa-apa dalam dunia blog tetapi mereka berkeras untuk dibantu membuat blog. Terima kasih sahabat, semangat kalian juga memicu semangatku untuk lebih baik lagi khususnya di dunia blog ini. Selama masih ada yang tersisa untuk dibagi, aku akan membaginya dengan kalian.
Ternyata apresiasi itu tidak hanya datang dari sahabat-sahabatku saja. Apresiasi juga datang dari teman-teman blogger yang terkadang meminta bantuan melalui shoutbox atau lewat YM dan aku membantu sebatas kemampuanku. Aku sama sekali tidak menutup diri membantu teman-teman blogger sepanjang aku mampu untuk melakukannya. Terima kasih, membantu kalian tidaklah membuat apa yang saya tau menjadi habis atau hilang tetapi malah sebaliknya dengan harapan menjadi lebih baik.
Terakhir ingin kukatakan bahwa aku belumlah sampai pada kapasitas untuk mengajar karena aku juga masih belajar. Terkadang jika ada yang bertanya maka aku langsung merujuknya (kayak rumah sakit ya... hehehe) ke guru-guruku di dunia blog. Guru yang paling kukagumi dan menjadi inspirasi dan sumber pengetahuanku selama ini adalah Blog Kang Rohman dengan kolom tutorialnya dan O-Om Blog. Terima kasih untukmu guru, tanpa kalian aku bukan apa-apa di dunia blog ini, dunia asing bagiku karena latar belakang pendidikanku yang jauh dari dunia ini.
Maju terus Blogger Indonesia...!!!

Tuesday, January 29, 2008

Selamat Tinggal SSCI

14 Nopember 2005 aku mulai bekerja di Sistem Sekolah Cerdas Indonesia (SSCI), perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi Informasi. Saat itu aku diterima di salah satu cabangnya yang ada di Kota Makassar dengan sebutan Makassar Cyber Education Center (MCEC).

Pada tanggal 06 Juni 2006 aku dipindahtugaskan ke cabangnya di Kota Parepare (kota terbesar kedua setelah Makassar di Sul Sel) tepatnya di Parepare Cyber Education Center (PCEC) bersamaan dengan aku terimanya Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) setelah dinyatakan lulus seleksi pada bulan Maret 2006. Sejak pemindah tugasan itulah aku menjalani rangkap pekerjaan. Menjalankan tugas CPNS sebagai tenaga pengajar bidang Fisika di SMP Negeri 5 Parepare dan bekerja di PCEC sebagai staf pendamping.

Tanggal 17 Januari 2008 aku ditetapkan sebagai PNS defenitif di Kota Parepare dan tidak lama berselang tepatnya hari ini, tanggal 29 Januari 2008 aku harus resign dari SSCI karena masa kontrak proyeknya di Kota Parepare telah berakhir (setidaknya begitulah penjelasan yang aku baca di surat pemberhentian yang aku terima tertanggal hari ini).

Selama kurang lebih 441 hari aku mendedikasikan diri untuk SSCI dan telah bekerja di dua cabangnya (MCEC dan PCEC). Ada banyak cerita sepanjang waktu itu yang tidak mampu aku ungkap semua. Laksana dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan, begitu pula dinamika dan pahit manis aku rasakan bekerja di perusahaan ini. Terlalu banyak manis yang terukir dan sejumlah keberuntungan yang aku peroleh dibanding pahit yang harus kujalani meski harus meninggalkan SSCI tanpa pesangon dan hanya sekali menerima kenaikan insentif, itupun tiga bulan sebelum pemberhentian ini. Tetapi bagiku itu bukanlah masalah dibanding andil SSCI dalam membantuku meraih dan mewujudkan impianku.

Insentif yang aku terima dari SSCI setiap bulan memang tidak banyak tetapi itu mampu menghidupi aku, keluarga terutama adik perempuanku semata wayang sehingga bisa tetap bersekolah, dan sedikit membantu sepupuku yang masih kuliah. Selain itu, aku diperbolehkan tinggal di kantor PCEC karena aku pendatang di Kota Parepare dengan tidak harus memikirkan makanan dan aktivitas membersihkan pakaian karena semuanya ditanggung oleh perusahaan. Minimal itu yang mampu aku uraikan dari sisi material yang aku rasakan di perusahaan ini.

Bagiku, SSCI bukan hanya sekedar mencari penghasilan tetapi lebih dari itu yang tidak bisa aku ukur dengan hitungan materi. Aku ada di kota Bandar Madani Parepare ini sebagai abdi negara berlabel PNS sedikit banyaknya dipengaruhi oleh SSCI sehingga keberanian untuk jauh dari keluarga dan mengambil langkah pasti mendaftar CPNS di kota yang sebelumnya sangat asing bagiku. Mungkin niat awal aku mendaftar CPNS di Kota Parepare sangat materialistis karena salah seorang petinggi SSCI saat itu memberikan jaminan bahwa aku akan tetap bekerja di perusahaan ini jika dinyatakan lulus dan bekerja di PCEC yang saat itu baru tahap perencanaan pembukaan cabang.

Semua terbukti, saat aku dinyatakan lulus CPNS bersamaan dengan pembukaan cabang, aku tetap dipanggil untuk bekerja. Aktivitas SSCI adalah dalam dunia pendidikan dan bersentuhan dengan Dinas Pendidikan sehingga membuka jalurku untuk mengenal beberapa petinggi Dinas yang notabene menaungiku dalam rutinitas PNS sebagai seorang guru. Semua mempermudah aku, termasuk mengatur penempatanku yang sebelumnya di sekolah terpencil dipindahkan ke sekolah bergengsi. Tidak berhenti di situ, karena aku memperoleh “surat sakti” dari Kepala Dinas Pendidikan yang meminta sekolah tempatku mengajar untuk memberi kelonggaran padaku untuk menjalankan aktivitas di luar sekolah.

Aku masuk ke SSCI dengan bekal kemampuan komputer dan internet yang sangat minim padahal itu adalah syarat utama untuk bekerja di perusahaan ini. Di sinilah aku belajar meski tak sampai bisa dikatakan hebat. Dari sinilah blog ini hadir, berawal dari keharusan yang ditugaskan kepada semua karyawan saat itu. Aku sangat buta dengan dunia blogging, sehingga sempat tidak terurus. Tetapi melalui proses belajar sehingga blog ini bisa seperti sekarang. Satu-satunya yang membuat aku berat meninggalkan SSCI karena alasan blog ini. Akankan blog ini akan selalu eksis, dimana aku harus mengakses dan meng-update-nya sementara warnet di kota ini sangat terbatas. Akankah aku harus mengucapkan selamat tinggal untuk blog ini? Aku tidak tega...

Semua harus aku tinggalkan hari ini. Hanya satu kata yang aku ingin ucapkan. Terima Kasih.
  • Terima kasih kepada Ibu dr. Ulla Nuchrawaty, MM selaku direktur SSCI
  • Terima kasih kepada Bapak Ir. Fajar Sasongko, MM,. M.Kom selaku Project Manager PCEC
  • Terima kasih kepada Ibu Kusbini Musa selaku salah satu manager di SSCI yang telah memperkenalkan dan mempromosikan aku ke petinggi Dinas Pendidikan Kota Parepare dan memberi aku jalan masih tetap bekerja di PCEC
  • Terima Kasih kepada Bapak Ir. Akrim Hanafi selaku mantan petinggi di SSCI yang telah keluar terlebih dahulu
  • Terima kasih kepada semua rekan-rekan karyawan, baik yang masih bertahan maupun yang telah meninggalkan SSCI. Dari kalianlah aku banyak belajar, dan esok entah kepada siapa lagi aku akan belajar.
Terima kasih untuk sahabat-sahabatku yang aku kenal dari dunia maya (fasilitas SSCI) yang kemudian menjadi sahabat sejatiku bahkan mungkin lebih dari itu.
  • Rifqa Nukman (Karyawan Grai Halo Telkomsel Bulukumba yang saat ini telah lulus CPNS di Kab. Maros bidang Pariwisata). Seorang kakak yang selalu memberi nasehat, terkadang jengkel dengan sikapku.
  • Marhama Mappangara (Karyawan STAR Telkomsel Parepare). Seorang adik yang manja, kadang menangis untuk memperlihatkan rasa, kadang menyakitkan atas sikapnya.

Thursday, January 17, 2008

Penantian Kejelasan Status

Pukul 05.45 Wita terdengar suara bising, tak lama berselang suara bising itu bertambah dan kali ini terdengar suara adzan berkumandang disertai getaran kecil. Suara bising itu dari alarm kedua hapeku yang sengaja aku setting dua-duanya sebagai antisipasi ekstra untuk membangunkanku yang selama ini hanya menggunakan salah satu hape untuk alarm. Kebiasaan burukku belum juga hilang, terlambat bangun pagi. Segera aku bergegas bangun walau mata masih terasa berat dililit rasa ngantuk. Kulirik kedua rekan kerjaku (Ma’ruf dan Gafur) yang masih terlelap tidur di kasur masing-masing, mungkin mereka sedang bermimpi, entahlah... Aku segera bergegas keluar kamar, khawatir tergoda untuk tidur lagi.

Aku menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu (hal yang selama ini jarang aku lakukan karena sudah terlalu jauh dari Tuhan), kemudian menuju kamar pakaian untuk bersujud. Aku melangkah ke beranda, ternyata semalam aku lupa menutup pintu sebelum bergegas tidur sekitar pukul 1.30 wita. Ketika ada orang baru datang ke tempat kami ini, mereka mengatakan tempat ini surga karena letaknya di bukit dan di depannya terhampar lautan yang sesekali dilalui kapal PELNI karena di sekitar situ ada pelabuhan nasional (pelabuhan yang sangat terkenal dengan ketidakteraturaannya). Aku melangkah menuruni anak tangga dan melakukan gerakan-gerakan (orang bilang itu olahraga). Aku melangkah keluar gerbang sambil berlari kecil dan terus menuju jalan raya. Di sana aku melihat seorang lelaki yang mungkin sebaya denganku berlari kecil tanpa menggunakan alas kaki. Aku tidak berniat melakukan hal yang sama, aku berlari kecil lagi untuk kembali dan segera mandi.

Setelah mandi aku segera menguber lemari pakaian, mencari seragam KORPRI yang sangat jarang aku pakai karena hanya digunakan pada tanggal 17 setiap bulan. Kulirik diri lewat cermin, nampak ke-bapak-an sekali. Di meja makan belum tersedia sarapan karena layanan catering biasanya diantar di atas jam 7 (hal yang selalu aku protes) karena biasanya aku harus keluar sebelum jam 7 terutama hari Senin untuk upacara di sekolah.

Hari ini pukul 07.00 di halaman kantor Walikota aku harus mengikuti acara pelantikan dan pengambilan sumpah untuk diresmikan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) setelah sekian lama menyandang gelar Calon Pegawai Negeri sipil (CPNS), tepatnya sejak SK CPNS aku terima bulan Juni 2006. Selama itu pula aku hanya menerima gaji 80% dari gaji yang seharusnya, sebuah aturan yang mutlak harus dilalui. Dan hari ini (17/01/08) status CPNS itu akan berakhir dan berubah menjadi PNS defenitif dengan hak gaji 100% dan tunjangan lainnya setelah melengkapi keperluan administratif termasuk Prajabatan. Proses penantian ini sebenarnya sempat menghadirkan sesak karena dianggap terlalu lama mengingat daerah lain sudah mendefenitifkan CPNS nya menjadi PNS.

Pukul 06.55 wita aku segera berangkat dengan menunggangi Blacky, letaknya tidak terlalu jauh dari tempatku karena tidak sampai 1 km. Di kantor walikota sudah banyak orang-orang dengan seragam yang sama, tetapi aneh karena banyak muka yang tidak aku kenali. Aku berpikir mungkin mereka dari golongan I dan II yang prajabatan terpisah sehingga aku tidak mengenalnya. Belakangan aku ketahui bahwa hari ini juga akan dilakukan penyerahan SK untuk CPNS honorer yang diterima tahun 2007. Jadi ada dua acara, pelantikan CPNS menjadi PNS dan penyerahan SK untuk CPNS yang baru dinyatakan lulus.

Aku terheran-heran karena semua kaum adam menggunakan kopiah, wah gawat. Ternyata satu aturan tidak aku penuhi. Segera aku putar motor untuk kembali mencari kopiah. Karena kopiahku tertinggal di kampung saat lebaran, maka terpaksa aku pinjam kopiah dari teman kerja yang saat aku kembali sudah terbangun. Aku segera meluncur kembali ke kantor walikota. Kami diarahkan untuk membentuk barisan dan melaksanakan geladi. Tidak lama berselang, kendaraan dinas Walikota memasuki halaman kantor walikota pertanda acara akan segera dimulai.

Acara berlangsung khidmat, dan moment bersejarah akhirnya tiba yaitu pengucapan sumpah pelantikan sebagai pertanda perubahan status. Pengucapan sumpah dipimpin langsung oleh Walikota Parepare H. Muh. Zain Katoe dan kami didampingi oleh rohaniwan sesuai agama masing-masing sebagai simbol keabsahan sebuah sumpah. Salah satu poin yang aku catat dari sumpah itu adalah mengesampingkan kepentingan diri, seseorang, sekelompok orang di atas kepentingan bangsa dan negara. Sempat aku tertegun, dapatkah semua itu terpenuhi? Terlalu idealkah sumpah itu? Sekilah memang demikian tetapi itu sudah seharusnya sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat berlabel PNS. Aku tau sangat sulit tetapi aku akan berusaha. Aku kemudian teringat kepada korupsi, kolusi dan nepotisme yang banyak dilakoni oleh para pejabat yang sebagian besar adalah PNS. Pernahkan mereka mengucapkan sumpah ini? Lalu menguap ke mana implementasinya. Mungkin terlalu dini untuk mempertanyakan semuanya.

Sekarang aku resmi menjadi PNS, seorang abdi negara dan pelayan masyarakat di bidang pendidikan sebagai tenaga pendidik dengan spesifikasi mata pelajaran Fisika (mata pelajaran yang menjadi momok nan angker bagi sebagian orang). Aku berjanji akan berusaha melakukan tugasku sebatas kemampuanku, mengubah kebobrokan akibat jiwa yang masih kekanak-kanakan dan minimnya kesadaran dan pemaknaan akan sebuah tanggung jawab. Profesi ini memang tidak menjanjikan kekayaan karena katanya penghasilannya pas-pasan kalau tidak ingin dikatakan kurang tetapi profesi ini menjadi jaminan sampai hari tua bahkan sampai ketika telah mangkat sekalipun.

Sebuah tonggak sejarah telah terukir, saatnya memperlihatkan karya dan kesungguhan agar kelak menjadi abdi negara dan pelayan masyarakat yang sesuai harapan dan jika memungkinkan mengakhiri profesi ini dengan bintang jasa, walau sangat lekat dalam ingatan sebuah lagu nasional tentang profesiku, PAHLAWAN TANPA TANDA JASA

Wednesday, December 5, 2007

Belajar, Belajar dan Belajar lagi

Malam ini kembali aku utak atik blog ini. Beberapa hari terakhir aku dipusingkan oleh sidebar blog ini. Sebelum menggunakan template XML ada sidebar yang berisi daftar judul postingan terbaru atau recent post. Tetapi untuk template baru fasilitas itu tidak ada dan harus menggunakan RSS Feed. Aku udah coba mencari referensi ke sesepuh blog termasuk kolom tutorial Milik Mas Rohman tetapi belum temukan yang sesuai harapan. Mungkin Mas Rohman sibuk sehingga tidak menjawab beberapa pesan yang saya tinggalkan di beberapa postingannya. Memang ada tutorialnya di kolom tutorial tetapi ketika aku ikuti instruksinya, malah url feed blog ini invalid.
Aku kemudian mencari referensinya ke blognya O-om, dapat tutorialnya. Tetapi aku gak sreg karena di daftar postingan juga disertakan ringkasan isi postingan padahal yang aku inginkan hanya judul postingan saja yang muncul. Oleh O-om melalui chat di YM disarankan menggunakan RSS Feed dengan menambah elemen halaman yang berisi Feed. Aku coba masukkan url feed blog ini: http://tokonjo.blogspot.com/atom.xml tetapi kata blogger url feed tidak valid. Dan anehnya itu terjadi untuk semua blogku, padahal kalau aku masukkan RSS feed orang lain, malah terbaca, heran. Menurut analisa O-om, url feed blog ini diproteksi oleh feedburner.
Akhirnya O-om sarankan menggunakan feed dari feedburner.com yang memang sudah lama aku daftarkan blog ini disana. Maka aku coba dan inilah postingan pertama yang mudah-mudahan saja terpampang di sidebar Postingan Terbaru, karena menurut O-om lagi, bahwa hanya postingan terbaru setelah pemasangan yang terdeteksi, postingan sebelumnya tidak. OK, semoga saja.
Terima kasih untuk O-om yang selalu siap menjawab setiap masalahku dalam dunia blog. Terima kasih juga untuk Mas Rohman yang walau tidak menjawab pertanyaanku untuk kasus ini tetapi perwajahan blog ini saya peroleh dari blog beliau. Bahkan ketika aku minta untuk dibuatkan template XML yang teksturnya sama dengan blog ini, benar-benar dibuatkan. Sebelumnya template blog ini adalah versi classic yang saya download dari Pannasmontata, tetapi oleh Mas Rohman diubah menjadi versi XML. Makasih banyak semua. Terus berkarya dan membimbing blogger baru Indonesia agar Blogger Indonesia berjaya.

Sunday, November 18, 2007

Program Online Earning, Bingung...*#*#*#

Sudah sekitar dua tahun di dunia blog walau intens baru satu tahun terakhir, belum juga bisa faham dan menghasilkan dari program-program penghasil duit di internet. Beberapa blogku yang kubuat untuk tujuan tersebut juga belum memperlihatkan hasil.
Saat ini baru dua program yang aku ikuti, Google Adsense dan Adbrite yang aku pasang di blog Technology For Life tetapi belum juga memperlihatkan hasil yang menggembirakan. Google Adsense misalnya baru menghasil sekitar $ 3. Apalagi Adbrite yang sangat menyedihkan yang baru memperoleh earning $ 0,19 padahal sudah beberapa bulan terakhir mengikuti program-program tersebut.
Sudah sering keliling ke sana ke mari, baca ini itu, mengunjungi web raja-raja penghasil duit di internet tetapi tetap saja earning tidak memperlihatkan hasil maksimal. Tetapi aku terlanjur mencoba dan apa salahnya untuk dilanjut.
Kecenderugan Google Adsense yang bisa dapat earning ketika diklik sangat bertentangan dengan budaya orang-orang Indonesia. Kebanyakan orang Indonesia kikir dan hanya akan memberi sumbangsih jika juga mengharapkan sesuatu. Bahkan untuk meng-klik iklan saja rasanya terlalu kikir padahal kalau dipikir tidak merugikan bahkan menjadi sesuatu yang berarti bagi yang lain.
Mungkin itu adalah keluhan yang salah tetapi bukankah jika kita ingin berbaik hati klik iklan-iklan web yang kita kunjungi maka akan menghasilkan sesuatu yang berarti bagi yang lain. Inilah Indonesia

Thursday, September 6, 2007

Akhirnya Aku Kembali

My Blog, ternyata aku tidak bisa meninggalkanmu terlalu lama. Ternyata aku rindu dan ingin kembali bersamamu. Setelah beberapa saat aku tidak pernah melirikmu, bahkan terkesan melupakanmu karena rasa muak yang tidak beralasan. Maka hari ini aku kembali untukmu, mengisimu dan terima kasih karena kau tak pernah lelah untuk menantiku.
Terima kasih untuk rekan-rekan blogger yang telah memberi saran dan peringatan atas kekhilafanku mengabaikan blog ini melalui komentar lewat posting atau melalui shutbox. Saran dan peringatan itu sangat berarti sehingga aku bisa kembali ke jalur yang mungkin benar, melanjutkan kerja kerasku selama ini. Aku terlalu bodoh untuk menyia-nyiakan blog ini. Maafkan aku blog, terima kasih sahabat. Semoga ke depan aku dan blog ini akan lebih baik lagi. Semoga...!!!

Wednesday, August 15, 2007

Selamat Tinggal Blog Ku.....

Untuk semua blog ku, kuucapkan Selamat Tinggal. Mungkin untuk sementara... atau mungkin untuk selama-lamanya. Aku tidak punya alasan yang jelas untuk semua itu. Terlalu banyak keindahan, kekacauan dan segala rasa telah lahir sebagai akibat dari blog ini.
Aku masih ingat, memulai blog bukan atas keinginanku tapi sebuah kewajiban dari kantor tempatku bekerja. Dan lahirlah blog ini. Aku sama sekali tidak faham dengan blog, dan mungkin karena itu pula pada saat itu aku hanya membuat seadanya.
keinginan untuk mengelola blog kembali hadir sekitar setahun yang lalu dan aku belajar dan belajar sehingga terciptalah blog seperti yang sekarang. Aku sudah mulai faham dengan dunia ini dan kemudian lahirlah beberapa blog yang lain.
Aku memoles setiap titik-titikmu untuk menampilkan keindahan padamu. Mataku seringkali memerah hanya untuk memperhatikan setiap bagianmu agar pas dan semakin indah. Kuhabiskan waktuku untuk membuatmu seperti sekarang, tak terhitung batangan rokok yang menemaniku mencumbumu. Semua untuk satu harapan, membuatmu lebih indah untuk memuaskanku.
Tetapi kini, aku putuskan untuk meninggalkan semuanya. Mungkin aku lelah, mungkin aku marah, mungkin aku memang tidak ingin lagi. Aku putus asa, itu mungkin alasan yang paling pantas.
Selamat tinggal blog ku, entah nanti aku akan kembali untukmu tetapi tidak untuk hari ini. Kerja kerasku selama ini, buah pikiranku, kehausanku untuk mencari demi memperbaikimu telah kulakukan. Aku jenuh dan apa yang kau berikan padaku...??? Kekecewaan. Aku kecewa padamu yang sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa untukku. Aku ikhlaskan tidurku yang telah kau renggut, istirahatku yang kau rampas, keharmonisanku yang kau ganggu dan hasratku yang kau patahkan. Sudahlah.
Selamat Tinggal....!!!!

Saturday, June 30, 2007

Akhirnya Pulang Kampung

Setelah penantian cukup panjang berkutat dengan pekerjaan di SMP Negeri 5 Parepare dan Parepare Cyber Education Center (PCEC), akhirnya hari ini aku akan menengok orang tuaku di kampung halaman. Terakhir kali pulang ke Herlang, Butta Panrita Lopi Bulukumba pada bulan Januari 2007. Kalo dihitung-hitung sekitar 6 bulan. Ini pertama kali meninggalkan orang tua selama ini. Waktu masih aktif kuliah, paling lama 3 bulan sekali pasti pulang nengok keluarga.
Setahun berada di kota Parepare ini cukup melelahkan. Berkutat dengan pekerjaan yang tiada habisnya. Semuanya untuk mengejar ”setoran”. Tapi aku tidak ingin dianggap pemburu materi oleh orang tuaku. Mereka tidak pernah menyebutku begitu, namun aku merasa seperti itulah aku adanya saat ini. Hanya mementingkan kerjaan, bahkan pada saat salah satu anggota keluarga meninggal dunia, aku tidak pulang dengan alasan kerjaan.
Sebelum semuanya terlambat, aku ingin menepis semua. Materi sangat penting tapi jangan sampai melupakan keluarga. Susah payah membesarkan aku, menyekolahkan, bahkan berjuang setengah mati untuk membuat aku jadi sarjana. Namun setelah semuanya aku gapai, aku jarang menjenguk mereka. Durhaka. Walau aku tau pasti bahwa mereka tak akan pernah meminta balasan atas semua yang mereka lakukan, dan bagaimana pun inginnya aku membalas tak akan mampu melunasi semuanya. Aku hanya ingin mereka bahagia, tersenyum menyambut kedatanganku. Moment paling mengesankan adalah ketika aku datang, ibu pasti meluk aku dan bilang ”anakku pulang”.
Jarak dari Parepare ke Herlang Kab. Bulukumba sekitar 450 km. Kalo mengendarai blacky perkirakan sampai dalam waktu 7 jam. Tapi rencananya singgah di Makassar dulu, besoknya baru lanjut ke Bulukumba.
Ibu, aku datang. Semoga tidak ada halangan dalam perjalanan.

Wednesday, April 25, 2007

Pembina Upacara

Sudah tradisi di SMP Negeri 5 Parepare bahwa semua guru dapat giliran menjadi Pembina Upacara tak terkecuali aku yang belum cukup setahun mengabdi. Nah, tanggal 23 April 2007 kena dech giliran aku.
Sebenarnya tidak ada persiapan khusus, tapi aku paling alergi bangun pagi. Sekedar info ***selama ini jarang ikut upacara*** karena kebanyakan telat bangun pagi. Aku takutnya terlambat bangun, wah gawat bisa diomelin oleh semua guru di sekolah, kepala sekolah, untung kalo siswanya gak ikut ngomel, atau sampai meja dan kursinya ikut ngoceh.
Makanya segala tips dan cara dilakukan termasuk melakukan ritual (ritual tuh, tidur cepat. Ha? Hubungannya dimana?). Tapi dasar kebiasaan begadang, udah tidur sekitar jam sembilan malam, ehhhh terbangun lagi jam sebelas. Wah, udah was2 pasti telat bangun lagi. Mutar otak, pasang alarm di ha-pe? Udah. Tapi biasanya gak mempan karena suka gak sadar bangun cuma matiin aja. Ah, hubungi Shanty suruh dia telepon jam lima tiga puluh pagi tuk bangunin karena dia pasti cepat bangun tuk berangkat sekolah. Sekitar jam dua tidur lagi dengan terlebih dahulu membuat konsep dalam otak apa yang ingin disampaikan(pinjam istilah nenek Einstein: eksperiman dalam fikiran, he he he). Selamat tidur Syarief.
=====
Jam lima tiga puluh aku dengar ha-pe ku bunyi. Dengan mata masih enggan terbuka aku menyapa “halo”, “halo kak, bangun katanya mau bangun cepat” kata suara merdu diujung telpon. “mmm, iya. Makasih”. Sesudah basa basi sebentar telepon pun ditutup. Aku lirik jam di ha-pe, ah masih sangat pagi… masih ada waktu tidur sebentar lagi. Lanjut lagi tidurnya (dasar pemalas). Tidak lama tersentak bangun, wah udah lewat jam enam. Buru-buru bangun tapi gak bisa langsung mandi karena dingin sekali. Jadinya duduk2 dulu lalu panasin motor. Mau gak mau harus mandi, meski setelah itu bersin2 hebat ***maklum menderita pholip***. Trus masang pakaian dinas Hansip, ngeceng depan cermin, semprot sana semprot sini, udah siap. Di meja makan blom ada sarapan karena pengantarnya blom datang. Ya sudah, ambil tas berisi buku2 yang belum aku baca semua. Pacu si “Blacky“ ke sekolah yang berjarak sekitar lima kilometer, langsung naik parkiran yang jalan naiknya hampir empat puluh lima derajat. Blum banyak guru yang datang karena di parkiran masih banyak tempat kosong ***hal yang tidak biasa kujumpai karena biasanya aku datang telat dan susah dapat tempat kosong***.
Pak Yuddin (guru seni) langsung nyapa tapi sapaannya aneh “mimpi apa semalam, barusan datangnya pagi“. Aku hanya tersenyum. Aku terus mendaki menuju kantor karena memang sekolah teksturnya berbukit. Sapaan sama terjadi di sana, bahkan ada guru senior yang cubit dirinya sendiri “apa saya mimpi liat Pak Syarief datang pagi”. Duuuhhh segitu malaskah aku selama ini. Sudah saatnya introspeksi diri, karena selama ini aku memang cuek untuk urusan yang tidak berhubungan dengan pembelajaran di kelas, apa lagi dengan urusan bergosip ria, bahkan saat SMP Negeri 5 Parepare dililit masalah internal dan terekspose ke media, aku tetap cuek-cuek aja.
=====
Jam tujuh nol nol, upacara dimulai. Salah seorang siswa datang melapor sebagai bagian seremonial “Bapak selaku Pembina upacara diperkenankan memasuki lapangan upacara”. Dengan langkah tegap yang dibuat-buat, melangkah menuju mimbar di tengah lapangan. Lho... lho... koq aku ngerasa lutut kiriku kaku. Wah, aku grogi. Gawat. Padahal aku sering hadapi tekanan lebih dari ini. Aku mundur selangkah, tarik nafas dalam2. Akhirnya jadi rileks. Semua teratasi. Tiba saatnya amanah pembina upacara, yang paling dinanti dan paling mendebarkan karena harus ngomong layaknya orang tua yang sok bijaksana dan menjurus ke sok tau dengan guru-guru senior dan kepala sekolah berdiri di belakang. Dengan segala kemampuan aku berusaha mengaplikasikan teori retorika ***materi yang sering kubawakan di acara kemahasiswaan dulu***. Aku awali dengan bicara pengalaman bahwa sekitar enam tahun silam statusku sama seperti mereka sebagai siswa dan berdiri sebagai peserta upacara dan sekarang sudah lain kondisinya. Istimewanya karena hari Senin (23/04/07) sehari menjelang pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMP yang dilaksanakan serentak tanggal 24 April 2007 di seluruh Indonesia. Ya jadinya wajib beri motivasi kepada kelas IX dengan mengulas standar kelulusan yang sulit dengan mengambil contoh Kepala Sekolah di Ngawi yang nekat curi soal untuk siswanya. Aku juga mengulas singkat tentang etika yang sudah sangat berbeda ketika saya sekolah dulu kaitannya dengan tayangan TV yang sangat bepengaruh. Oemar Bakri yang terinjak tak lepas dari ulasanku dengan mengambil contoh guru di Takalar yang harus meringkuk di penjara dan beberapa kasus siswa yang mempolisikan gurunya hanya karena persoalan sepele seakan siswa telah menjadi dewa yang tidak boleh disentuh. Aku tidak banyak basa basi, prinsipku “padat dan semoga aja jelas“.
=====
Setelah upacara selesai, aku disambut guru-guru senior dengan jabat tangan. Aku heran, lho ada apa ini?. Ternyata mereka ngasi selamat karena katanya salut dengan perform dan amanah yang menyentuh. Karena setelah upacara langsung diadakan rapat untuk persiapan Ujian Nasional, kalimat2 ku dalam upacara masih dibahas di rapat tersebut bahkan kepala sekolah memberi nilai plus sebagai guru muda. Wah kayak Cristiano Ronaldo (gelandang MU) saja yang memperoleh penghargaan pemain muda terbaik di premiership karena kebetulan sebelum aku, guru muda yang lain telah tampil. Dan guru-guru senior bilang aku berhak menyandang gelar the best.
=====
Awal yang baik. Bagiku ini belum apa-apa karena aku yakin masih bisa melakukan banyak hal yang berarti untuk sekolah dan tentunya untuk diriku sendiri. Aku sering berkelakar dengan teman2 guru seusiaku “satu hal yang membuat pikiranku terganggu sebelum tidur Gimana caranya memajukan pendidikan Indonesia dan mencerdaskan anak bangsa”. Dan setelah itu kami tertawa seakan tanpa beban. Memang kedengaran terlalu ideal padahal semua itu adalah tanggung jawab kami selaku Oemar Bakri.

Thursday, March 29, 2007

Utak Atik Blog

Udah dua hari terakhir aktivitas aku berubah. Klo kemarin-kemarin duduk depan komputer hanya baca-baca berita, chatting, atau sekedar maen game maka sekarang suasananya berbeda. Aku mengutak atik blog.
Sebenarnya Blog ini udah berusia lebih dari satu tahun, yaitu sejak Januari 2006 yang aku buat saat aku masih kerja di Makassar tepatnya di Makassar Cyber Education Center (MCEC) dan setelah berpindah tempat ke Parepare pada bulan Juni 2006 hampir tidak tersentuh lagi bahkan nama dan passwordnya sudah hampir lupa.
Nah, keinginan untuk menghidupkannya kembali tiba-tiba datang. Aku mencoba memperbaiki tampilannya. Wah... susahnya bukan main karena aku sama sekali gak mengerti bahasa html. Akhirnya pake sistem "coba-coba" maka jadilah seperti sekarang. Walau masih sangat sederhana tapi sbagai orang yang asing dengan bahasa html, bagiku itu cukup memuaskan. Smoga ke depan lebih baik lagi.