Thursday, March 29, 2007

Oemar Bakri telah Terinjak

Santer di media bagaimana seorang guru di Takalar (salah satu Kabupaten di Sul Sel) yang harus meringkuk di Penjara. Sebuah fenomena yang sangat memiriskan dan semakin membuktikan dekadensi moral di negeri ini pada semua strata.
Setiap orang berpeluang untuk menikmati bui jika sesuai dengan yang dilakukannya tidak dengan jalur yang tidak wajar. Karena ketidakwajaran itu pula, PGRI setempat menginstruksikan seluruh guru untuk mogok mengajar sebagai aksi protes atas keputusan yang tak bijak itu.
Seorang guru yang berusaha menjalankan tugasnya sebagai pengajar dan sekaligus pendidik yang ingin melihat anak bangsa tercerahkan harus berakhir di penjara yang tak seorang pun menginginkannya. Sang guru konon menegur seorang siswa yang tidak masuk mengikuti pelajaran saat pembelajaran berlangsung, alhasil dibalas oleh sang siswa dengan kata-kata yang tidak pantas. "Ana' Sundala: Anak Haram yang lahir dari seorang pelacur", kata yang sangat tidak pantas untuk komunitas Bugis Makassar terucap oleh sang siswa untuk gurunya yang harusnya dihormati. Atas nama "Siri na Pacce: Harga diri" sang guru memberi hukuman fisik. Naasnya, siswa tersebut adalah anak dari seorang camat yang neneknya adalah anggota DPRD. Jadilah persoalan ini ajang unjuk kekuasaan yang semakin membuktikan bahwa penguasa berhak menentukan apa pun dan kekuasaan yang seharusnya melindungi masyarakat justru menindas masyarakat. Polisi, hakim telah menjadi buta atau dibutakan oleh "sesuatu" sehingga terinjaklah "Sang Oemar Bakri".
Guru tetaplah manusia biasa dengan perasaan peka dan bermartabat yang ketika terusik maka emosi tak terelakkan dan itu wajar terjadi pada semua yang berlabel "manusia". Tetaplah berjuang Oemar Bakri, mengajar dan mendidik anak bangsa agar kelak bangsa ini bermartabat meski semua itu tak pernah dihargai oleh siapa pun.

Utak Atik Blog

Udah dua hari terakhir aktivitas aku berubah. Klo kemarin-kemarin duduk depan komputer hanya baca-baca berita, chatting, atau sekedar maen game maka sekarang suasananya berbeda. Aku mengutak atik blog.
Sebenarnya Blog ini udah berusia lebih dari satu tahun, yaitu sejak Januari 2006 yang aku buat saat aku masih kerja di Makassar tepatnya di Makassar Cyber Education Center (MCEC) dan setelah berpindah tempat ke Parepare pada bulan Juni 2006 hampir tidak tersentuh lagi bahkan nama dan passwordnya sudah hampir lupa.
Nah, keinginan untuk menghidupkannya kembali tiba-tiba datang. Aku mencoba memperbaiki tampilannya. Wah... susahnya bukan main karena aku sama sekali gak mengerti bahasa html. Akhirnya pake sistem "coba-coba" maka jadilah seperti sekarang. Walau masih sangat sederhana tapi sbagai orang yang asing dengan bahasa html, bagiku itu cukup memuaskan. Smoga ke depan lebih baik lagi.

Saturday, December 30, 2006

Kilas Balik 2006

Tahun 2006...
Kuawali tahun 2006 dengan sebuah tulisan dalam Handphone Nokia 2100 ku "2006 penuh harapan" meski harus kulewatkan dengan sebuah kegilaan dengan teman-teman yang tidak semestinya aku lakukan sebagai seorang yang tergolong kaum intelek.
Mengawali tahun 2006 dengan moment kesarjanaanku yang masih hangat dari Universitas Negeri Makassar dengan menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) sekaligus kujadikan sebagai sebuah jaminan untuk menatap masa depan yang lebih cerah dan saat itu aku berharap semua terwujud di tahun 2006.
Menapak tahun 2006, berpijak dari skill dan "titel", aku melanjutkan pekerjaan yang baru aku peroleh pada bulan Nopember 2005 di sebuah perusahaan swasta yang bernama Sistem Sekolah Cerdas Indonesia (SSCI) dan masih kulakoni sampai sekarang sebagai sebuah penanda kecemerlangan yang terjadi di tahun 2006.
Di tahun 2006, kusongsong harapan dengan mengadu nasib di Kota Parepare untuk mencoba andalkan ijazah dan gelarku tuk mendaftar menjadi PNS yang kuanggap sebagai sebuah pertarungan untuk menentukan "Hitam dan Putih" masa depanku.
Ya..... Aku memenangkan pertarungan dan menjadikanku seorang PNS. Gambaran masa depan sudah nampak jelas terbentang dengan cerah. Harapan yang setiap orang ingin menggapainya kini berada dalam genggamanku yang tentu saja menjadi berkah buatku dan lebih-lebih bagi orang-orang yang menyayangiku dan berjuang untuk menjadikanku orang yang berhasil.
Titel PNS kugapai dengan cukup mudah dengan segala kemudahan yang seakan menjemputku, seakan aku dimanjakan dengan segala pemenuhan keinginan. Sebuah kesyukuran besar karena semua keberuntungan mendatangiku salah satunya dengan tidak melepas pekerjaan dari SSCI.
Berbagai obsesi telah kuraih di tahun 2006. Keinginan untuk menjadikan diri lebih baik sebagian telah terwujud. Maka kututup tahun 2006 dengan menghadirkan sebuah simbol (entah simbol untuk apa) berupa sebuah motor thunder yang selama ini kuimpikan.
Semua terasa lengkap dan sempurna di tahun 2006. Inilah tahun tercerah dalah sejarah perjalanan hidupku. Semoga hari esok akan lebih baik, karena sebagai manusia biasa dengan fitrah "keserakahan", masih banyak obsesi yang akan berusaha aku raih.
Semoga tahun 2007 adalah salah satu jawaban atas semua obsesi itu.
Selamat Tinggal 2006....
(Tahun penuh keindahan dan kenangan)
Selamat Datang tahun 2007....
(Tahun penuh harapan dan obsesi)
Trima Kasih Allah atas semua keberkahan yang telah Kau suguhkan kepada hambamu yang sementara berjuang kembali ke jalanMu.