Terkenang saat aku mendaftar UMPTN (istilah seleksi masuk perguruan tinggi negeri pada masaku: 2000). Moment itu terulang kembali hari ini saat aku kembali harus berjuang mengikuti seleksi CPNS (konon kabarnya menjamin hidup tapi tidak bisa membuat kita menjadi konglomerat).
UMPTN yang menurut berbagai kalangan sangat kompetitif berhasil aku taklukkan dan mrnyulapku jadi mahasiswa Jurusan Fisika di UMI (Universitas Mantan IKIP) Universitas Negeri Makassar yang hingga detik ini dan sampai kapan pun menjadi kebanggaanku.
Ya ........... Aku Sukses ................
Kini, seleksi CPNS kembali menantangku. Akankah aku kan kembali menaklukkannya dan bisa menyulapku menjadi PNS sebagai salah satu pewaris "Oemar Bakri".
Ya ........... Sukses Menantiku...........
Friday, February 10, 2006
Wednesday, January 25, 2006
Pengantin Bugis Makassar
By: Andhika Mappasomba
(Barisan Sastrawan Muda Makassar)

atas nama tradisi
dan budaya yang tinggi kata mereka
rupa-rupa adat harus terpenuhi
pada materi yang berat
dipikul dengan tertatih
tak perduli perawan menjadi tua
bujang lapuk cemas menanti hari
seusai pesta pengantin
bersiaplah menyicil harga diri
hingga nanti
ketika nikah sudah bukan membeli
(Persembahan untuk kaum hawa Bugis Makassar
yang memasang tarif tinggi untuk maharnya)
Makassar, 5 November 2004
(Barisan Sastrawan Muda Makassar)

atas nama tradisi
dan budaya yang tinggi kata mereka
rupa-rupa adat harus terpenuhi
pada materi yang berat
dipikul dengan tertatih
tak perduli perawan menjadi tua
bujang lapuk cemas menanti hari
seusai pesta pengantin
bersiaplah menyicil harga diri
hingga nanti
ketika nikah sudah bukan membeli
(Persembahan untuk kaum hawa Bugis Makassar
yang memasang tarif tinggi untuk maharnya)
Makassar, 5 November 2004
Subscribe to:
Posts (Atom)