Showing posts with label Opini. Show all posts
Showing posts with label Opini. Show all posts

Wednesday, May 5, 2010

Sri Mulyani Menjadi Orang Nomor 2 di Bank Dunia

Terhitung mulai 1 Juni 2010, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan menjadi Managing Director Bank Dunia. Posisi tersebut adalah yang tertinggi ke-2 di Bank Dunia setelah Presiden yang dijabat Robert Zoellick. Dengan posisi yang cukup penting dan membanggakan itu, Presiden SBY pun melepas Sri Mulyani untuk meninggalkan posisinya sebagai Menteri Keuangan dari Kabinet Indonesia Bersatu.

Sebelumnya Sri Mulyani pernah menjadi Direktur Eksekutif di IMF pada periode 2002-2004, berkali-kali dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik, Sri Mulyani juga dinobatkan sebagai salah satu dari 100 wanita paling berpengaruh di dunia.

Bank Dunia pun memberikan apresiasi atas sejumlah prestasi Sri Mulyani yang dianggap sukses menggawangi perekonomian Indonesia saat melalui krisis finansial. Bank Dunia pun memuji Sri Mulyani sebagai wanita yang piawai di bidang ekonomi.

"Sri Mulyani Indrawati memiliki kombinasi yang unik antara kemampuan dan pengalamannya untuk Grup Bank Dunia, dari suatu titik yang menguntungkan dari negara berpendapatan menengah yang masih menghadapi tantangan kemiskinan yang signifikan. Dia telah dikenal secara global untuk kesuksesannya melawan korupsi dan memperkuat good governance," ujar Zoellick.

Berbanding terbalik dengan pandangan dunia, Sri Mulyani Indrawati justru dipojokkan dengan pandangan miring di negaranya sendiri, Indonesia. Tudingan negatif terutama di kasus century menjadi kendaraan bagi pihak-pihak yang ingin menjatuhkan beliau melalui pansus Century. Padahal di mata dunia, langkah penyelamatan ekonomi melalui bail-out bank Century merupakan langkah tepat dan mendapat apresiasi.

Sri Mulyani Indrawati memang keluar dari kabinet sesuai keinginan sebagian orang anggota pansus Century, tetapi tidak dengan cara yang panitia pansus Century inginkan. Sri Mulyani Indrawati keluar dari kabinet dengan cara yang sangat terhormat dan menjadi tamparan keras untuk politisi Senayan yang selama ini berusa menjatuhkannya.

Selamat untuk ibu Sri Mulyani Indrawati, Perempuan terbaik Indonesia.

Tuesday, April 27, 2010

Lahan Basah Melahirkan Makelar Kasus Pajak

Terbongkarnya kasus pajak sebenarnya bukan hal yang luar biasa di negeri ini. Dalam setiap instansi kita sering mendengar istilah "lahan basah". Jujur, istilah ini populer di telinga saya karena polisi lalu lintas kadang di sebut sebagai "lahan basah" di institusi kepolisian. Apakah karena polisi lalu lintas selalu berada di jalan raya sehingga kehujanan terus kemudian disebut lahan basah? Ah... Anda tidak terlalu bodoh untuk menafsirkan itu.

Jadi wajar jika makelar kasus terjadi di Departemen Perpajakan karena mereka memang berurusan langsung dengan uang, uang rakyat yang disetorkan kepada negara. Bukankah itu yang dinamakan "lahan basah". Pertanyaannya, siapa yang tidak ingin uang? Para pejabat saja yang sudah bergelimang uang masih saja mengejar uang meski dengan korupsi apalagi kita rakyat kecil yang memang tidak punya uang dan jelas-jelas butuh uang.

Gayus Tambunan adalah salah satu contoh. Terlahir dari keluarga yang sederhana tetapi seketika menjadi orang yang bergelimang kemewahan. Semua itu karena Gayus Tambunan berada di "lahan basah". Ketika Anda ada di posisi Gayus, dimana orang-orang di sekitarnya sudah menimba uang dari "lahan basah" tersebut, apakah Anda akan tinggal diam? Hahahaha... Mungkin Anda akan dianggap bodoh yang berusaha jujur sendiri di tengah-tengah pencuri. Tunggu saja para pencuri itu akan mengucilkan Anda karena dianggap orang aneh atau bahkan mereka akan berusaha menghabisi Anda.

Saya tidak mengajak Anda untuk menjadi seperti Gayus. Tetapi coba pikirkan sekali lagi jika Anda berada di posisi Gayus, ketika sudah menemukan jawaban akan menjadi seperti apa Anda, jangan takut untuk mengakui bahwa Gayus itu hanya orang yang memanfaatkan kesempatan di "lahan basah". Apakah Anda masih idealis? Selamat karena Anda satu-satunya orang jujur di negeri ini, karena yang kelihatan jujur pun sebenarnya hanya berpura-pura jujur untuk menutupi ketidak jujurannya.

Thursday, April 15, 2010

Priok Berdarah, Gambaran Wajah Indonesiaku?

Kekerasan dan anarkisme seakan menjadi wajah baru negeri ini, negeri yang katanya ramah, santun, beradab, berprikemanusiaan, saling menghargai. Tetapi masihkah semua atribut itu patut disandang negeri ini? Sebuah tanda tanya besar dan butuh kajian mendalam.

Yang paling hangat dan cukup menyita perhatian kita adalah Priok Berdarah yang menewaskan beberapa orang dan ratusan lainnya terluka. Saya menyaksikan aksi brutal tersebut di Metro TV dan tak ayal membuat lutut saya bergetar karena ngeri. Salah satu adegan yang awalnya direkam cukup jelas adalah saat salah seorang anggota Satpol PP yang sudah tidak berdaya bersimbah darah dihajar dengan benda tajam dan tumpul layaknya seekor tikus tanpa perasaan sedikit pun. Saking parahnya, kamera kemudian diblur untuk menyamarkan adegan sadis tersebut.

Terlepas dari apakah mereka bersalah atau tidak, pantaskan sifat-sifat yang tidak berprikemanusiaan itu ditunjukkan? Atas nama emosi seorang manusia membantai manusia lainnya tanpa terlihat rasa keprimanusiaan sedikit pun. Ada apa dengan negeri ini?

Menengok ke belakang, hampir setiap saat kita disuguhi adegan anarkisme mulai dari demo yang berakhir rusuh, perang antarwarga, perang antarmahasiswa, tawuran pelajar dan lain-lain. Inikah wajah baru Indonesia kita? Dimana semua persoalan harus diselesaikan dengan emosi, adu kekuatan dan anarkisme? Ternyata Indonesiaku mundur terlalu jauh ke belakang saat negara-negara lain justru melesat maju. Kita ternyata lebih senang dengan dunia primitif dan itulah yang kita saksikan sekarang ini. Wajah Indonesiaku yang ramah, santun, beradab, berprikemanusiaan, saling menghargai telah hilang digerus zaman.

Aku menangis melihat Indonesiaku hari ini.

Monday, March 15, 2010

Somasi Sony Corp, Menguntungkan atau Merugikan Sony AK?

Bola panas kasus somasi Sony Corp terhadap Sony AK terus bergulir. Simpati masyarakat terutama dari kalangan blogger pun bermunculan, grup di jejaring sosial facebook yang mendukung Sony Arianto Kurniawan hingga postingan ini diterbitkan sudah mendekati angka 12.000 anggota. Ini membuktikan betapa somasi kepada Sony AK ini telah menjadi perhatian publik.

Pada saat awal kasus ini bergulir, saya sempat berkunjung ke blog Sony AK yang diklaim Sony Corp. akan mengganggu merek dagang mereka karena menggunakan embel-embel Sony. Saat itu blog tersebut memiliki rangking alexa mendekati angka dua jutaan. Tetapi saat ini, ranking alexa blog Sony AK turun drastis (hari ini sekitar 400.000) hanya dalam waktu 3 hari yang membuktikan pengunjung blog tersebut melonjak tajam.

Belum lagi keyword Sony AK menjadi keyword terpopuler beberapa hari terakhir di pencarian google, sehingga bisa dipastikan Sony AK akan memperoleh banyak backlink gratis karena blogger akan berlomba menyajikan keyword Sony AK untuk memperoleh jipratan trafik dari search engine.

Dengan kenyataan ini, blog Sony AK menjadi sangat populer. Sebagai blogger, kita pasti menyadari betapa sulitnya membuat sebuah weblog menjadi populer. Dan Sony AK memperoleh semua itu dengan tiba-tiba, gratis dan sangat luar biasa. Dari sisi ini, somasi Sony Corp. tentu saja sangat menguntungkan Sony AK. Dari segi hukum tentu saja ini merugikan Sony AK tetapi dengan perhatian dan dukungan dari masyarakat terutama komunitas blogger, saya yakin Sony AK akan terbebas dari segala tuntutan.

jadi, Somasi Sony Corp, Menguntungkan atau Merugikan Sony AK? Tergantung Anda yang menilai.

Friday, March 12, 2010

Blogger Indonesia, Sony AK Disomasi Sony Corp.

Blogger Indonesia kembali tersandung masalah, beliau adalah Sony Arianto Kurniawan. Tidak tanggung-tanggung karena masalah itu datang dari raksasa elektronik asal Jepang, Sony Corp. yang mensomasi Sony AK.

Sony Arianto Kurniawan disomasi oleh Sony Corp. karena menggunakan domain Sony-AK.com untuk blog atau situs pribadinya. Sony Corp. menuding Sony AK melanggar merek dagang yang dimiliki oleh perusahaan asal Jepang tersebut. Lebih jauh lagi, Sony Corp. Jepang meminta Sony AK untuk menyerahkan domain Sony-AK.com tersebut kepada mereka.

Padahal jika kita kunjungi blog Sony-AK.com, isinya sama sekali tidak ada hubungannya dengan merek dagang Sony Corp. Sony Arianto Kurniawan menamai blognya dengan
Sony AK Knowledge Center dan menulis tentang ilmu pengetahuan khsusnya dunia IT. Sony AK mengatakan bahwa pemilihan domain tersebut berdasarkan namanya dan tidak ada kaitannya dengan Sony Corp apalagi memiliki niat jahat.

Pembelaan pun bermunculan dari berbagai kalangan termasuk facebooker. Di jejaring sosial faecebook tersebut muncul sebuah Grup dengan nama 'Sony, Jangan Renggut Nama Temanku!' yang anggotanya terus bertambah. Sebagai seorang blogger, saya pribadi memberikan dukungan kepada Sony AK. Menurut pandangan saya, tidak ada yang salah atas pemilihan nama domain yang dilakukan oleh beliau karena pemilihan tersebut berdasarkan namanya dan tidak ada maksud negatif untuk pihak tertentu termasuk Sony Corp.

Tuesday, March 9, 2010

Densus 88 POLRI Sukses Lumpuhkan Dulmatin (Gembong Teroris Asia Tenggara)

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) khususnya Densus 88 patut diacungi jempol karena sekali lagi berhasil melumpuhkan atau menewaskan salah satu gembong teroris Asia Tenggara, Dulmatin yang kepalanya dihargai 10 juta Dollar AS oleh pemerintah Amerika Serikat karena dianggap jenius merakit bom yang tentu saja sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia yang lain.

Kepastian ini mengakhiri teka-teki seputar siapa tersangka teroris yang ditembak pasukan Densus 88 di Pamulang kemarin (09/03/2010). Kepastian identitas tersangka teroris Dulmatin tersebut disampaikan langsung oleh Presiden SBY saat berpidato di depan parlemen Australia di Canberra hari ini (10/03/2010).

Apresiasi dan penghargaan patut kita berikan kepada Polri melalui Densus 88 yang telah berhasil menumpas teroris di negeri ini. Ternyata kematian Nurdin M Top tidak lantas membuat Densus 88 berhenti dan merasa puas. Hal ini juga membuktikan bahwa bahaya ancaman terorisme masih sangat besar di negeri ini, apalagi dengan ditemukannya camp pelatihan teroris di Aceh di waktu yang hampir bersamaan. Kepolisian tentu saja tidak bisa bekerja sendiri, sehingga partisipasi masyarakat tentu saja sangat dibutuhkan dalam upaya penumpasan terorisme dengan melaporkan hal-hal yang mencurigakan.

Selamat kepada POLRI khususnya Densus 88 yang berhasil menumpas teroris, jangan pernah berhenti untuk menumpas terorisme sampai ke akar-akarnya agar kedamaian senantiasa menaungi Indonesia.

Sumber: detik.com

Detik.com, Ada Apa?

Anda pasti tau detik.com, salah situs berita online terbesar di Indonesia. Sejak pertama kali mengenal internet beberapa tahun silam, detik.com langsung menjadi pilihan utama saya untuk persoalan berita terkini baik berita nasional, olahraga terutama sepakbola dan berita lainnya.

Saya suka detik.com karena beritanya yang lengkap dan up to date. Sesuai dengan namannya, hampir setiap detik berita di portal detik.com selalu diperbaharui. Itulah alasan sehingga detik.com menjadi menu wajib saya setiap hari agar tidak ketinggalan berita karena ketika sudah di depan komputer, sangat jarang menonton TV.

Dengan bertambahnya popularitas detik.com membuat situs ini kebanjiran pemasangan iklan. Sesuatu yang tentu saja sangat wajar untuk menunjang kinerja mereka agar semakin maksimal dalam memberikan pelayanan. Sepanjang tidak melenceng dari tujuan awal, saya kira sah-sah saja.

Tetapi, akhir-akhir ini saya semakin sulit untuk mengakses detik.com. Pada saat situs lain bisa loading dengan baik, detik.com kadang membuat otakku mendidih karena sama sekali tidak menampilkan halaman sedikit pun. Ada apa? Apakah iklan banner dan flash yang ditampilkan telah mengalahkan tujuan utama detik.com untuk menyebarkan berita terkini? Saya hanya orang biasa yang tidak bisa memberi donasi kepada detik.com tetapi detik.com sangat saya butuhkan, bukankan salah satu penentu populernya detik.com adalah karena kunjungan dari orang-orang seperti saya.

Saya sama sekali tidak ada maksud negatif dalam tulisan ini. Saya hanya kecewa dengan pelayanan detik.com yang sedikit menurun sehingga saya tidak bisa lagi bebas mengaksesnya seperti dulu. Semoga ke depan detik.com jauh lebih baik.

Monday, January 25, 2010

Roy Suryo “Serang” Ruby Alamsyah, Takut Tersaingi?

Kehebatan Ruby Alamsyah membongkar cara-cara pelaku pembobolan ATM yang menggemparkan akhir-akhir ini, mengundang decak kagum masyarakat. Ruby Alamsyah tidak hanya membongkar cara pembobolan ATM tetapi membuka mata kita betapa gampangnya pembobolan ATM itu dilakukan, sehingga kita harus ekstra waspada pada saat bertransaksi di mesin ATM.

Kehebatan Ruby Alamsyah ternyata mengusik ketenangan Roy Suryo yang katanya pakar IT Indonesia. Bahkan mungkin saja Roy Suryo berhasil “duduk manis” di senayan sebagai anggota DPR karena gelar pakar IT yang serba bisa dalam membuktikan keaslian foto para artis yang tersebar di internet, baik itu foto telanjang, foto setengah telanjang, foto adegan mesra atau foto adegan mesum lainnya.

Roy Suryo menyerang Ruby Alamsyah dengan mengirimkan SMS berantai kepada sejumlah wartawan dan polisi. Maksudnya apa bung Roy? Takut tersaingi dengan kehebatan Ruby yang memang hebat ya? Tidak usah merasa iri atau tersaingi dong, kan area kerja dan keahliannya berbeda. Mas Ruby hebat dalam analisis pembobolan ATM, Bung Roy kan tetap hebat dan tidak tergantikan dalam menganalisis foto syur para artis. Nanti jika ada kasus foto artis lagi di internet, dikasi ke bung Roy Suryo lagi koq…

Tuesday, January 5, 2010

Gelar Pahlawan Nasional untuk Gus Dur dan Soeharto


KH. Abdul Rahman Wahid atau yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur, mantan Presiden Republik Indonesia ke-4 memang telah wafat. Namun hingga hari ini Gus Dur masih saja menjadi topik pembahasan yang tidak pernah basi di kalangan masyarakat dan media-media Nasional. Segenap warga negara Indonesia berduka atas berpulangnya Guru Bangsa dan Bapak Pluralisme.

Pengabdian Gus Dur kepada negara yang dilakukan hampir sepanjang hayatnya membuat sebagian besar elemen bangsa ini menghendaki agar Gus Dur dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional. Gus Dur tampil sangat luar biasa dalam memupuk demokrasi, berusaha menghilangkan sekat perbedaan. Sebuah catatan, Gus Dur dalam memimpin Bangsa ini sebagai Presiden tidak pernah melakukan pelanggaran yang berat dan melukai hati bangsa ini. Jadi sangat wajar jika gelar Pahlawan dianugerahkan padanya.

Wacana penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kemudian bergulir dengan juga diusulkannya Soeharto untuk menerima gelar Pahlawan nasional. Menurut saya, tunggu dulu. Luka hati bangsa ini belum sembuh akibat pemerintahan Soeharto. Kepantasan anugerah Pahlawan Nasional kepada Soeharto masih harus diperdebatkan.

Wednesday, December 2, 2009

Prita Mulyasari Masih Terjerat Hukuman, Waspada Blogger

Penderitaan Prita Mulyasari, terdakwa kasus pencemaran nama baik RS Omni Internasional ternyata belum berakhir. Berdasarkan berita yang dirilis detik.com (02/12/2009), Prita diwajibkan membayar 204 juta rupiah berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Banten yang memperkuat putusan perdata Pengadilan Negeri Tangerang terkait gugatan RS Omni International terhadap Prita Mulyasari.

Sebelumnya Pengadilan Negeri Tangerang memutuskan ganti rugi yang harus dibayar adalah 300 juta rupiah atas email yang dikirimkan Prita kepada teman-temannya yang dianggap mencemarkan nama baik RS Omni International. Mungkin penilaian saya subjektif tetapi menurut saya Prita Mulyasari adalah korban ketidak adilan. Di mata saya yang awam, email yang ditulisnya hanyalah sebuah keluhan atas ketidak puasan yang beliau alami dan berusaha berbagi dengan teman-temannya.

Jika memang ini kenyataan, maka kita patut waspada dengan setiap kata yang terlontar baik secara lisan maupun tulisan termasuk lewat blog. Bukankah dengan keadaan ini terjadi pengungkungan terhadap hak bicara dan hak berpendapat yang merupakan pelanggaran nyata terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) yang didengung-dengungkan di negeri ini, ataukah HAM memang hanya dijadikan semboyan dan jargon politik yang nyaring bunyinya pada saat kampanye? Ah, jangan mengkritik. Jangan sampai dipenjara juga atau bayar denda ratusan juta seperti Mbak Prita.

Thursday, October 15, 2009

Dikotomi Maria Ozawa dengan PLN

Tadi sore saya minta teman untuk beli koran Pare Pos karena banyak teman-teman yang minta informasi tentang formasi CPNS Kota Parepare Sulawesi Selatan 2009 yang kebetulan dimuat oleh koran lokal tersebut pada hari ini. Salah satu berita yang sempat saya baca adalah tentang rencana kedatangan Maria Ozawa (Miyabi) ke Indonesia yang kemudian mendapat larangan dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Mohammad M Nuh yang sekaligus menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi.

Saya sebenarnya tidak ambil pusing dengan rencana kedatangan Maria Ozawa sang bintang film porno itu ke Indoesia. Terlalu banyak orang munafik di negeri ini, lihat saja trafik pencarian tentang Maria Ozawa di internet yang meningkat tajam akhir-akhir ini yang membuktikan bahwa Maria Ozawa boleh saja sangat diinginkan kedatangannya. Berbicara tentang film porno, video mesum, gambar telanjang dan segala bentuk pornografi, bukan hanya Maria Ozawa bintangnya. Video-video porno, gambar telanjang banyak kita jumpai di internet yang pelakunya adalah anak negeri ini baik itu orang biasa, pejabat, anggota DPR, artis, karyawan, mahasiswa, anak SMA, bahkan anak SMP. Adegan mesum itu kemudian dikemas dalam berbagai format seperti 3gp yang kemudian menjadi konsumsi publik melalui internet baik tidak disengaja atau bahkan memang sengaja dilakukan.

Lalu apa bedanya mereka dengan Maria Ozawa? Yang berbeda adalah Maria Ozawa menjadikan adegan porno sebagai profesi dan menjadi kaya raya dengan itu, sementara di negeri ini hanya sekedar mengumbar kesenangan kepada publik dan berbuntut pada hilangnya harga diri dan tak jarang kehilangan posisi baik itu masa depan, jabatan, popularitas dan lain sebagainya. Lalu siapa yang lebih baik?

Saya sebenarnya lebih pusing dengan PLN yang oleh teman-teman diplesetkan menjadi Perusahaan Lilin Negara. Betapa tidak, PLN melakukan pemadaman bergilir yang sangat tidak manusiawi. Saya kemudian mempelajari polanya, dan ternyata PLN menggunakan rumus 6/3 (enam jam menyala, tiga jam berikutnya dipadamkan). Sehingga tidak kurang dari 3 kali setiap harinya listrik dari PLN padam. Toko-toko menjadi ramai untuk membeli lilin, mesin genset, dan lampu charge untuk mengantisipasi pemadaman PLN.

Ironis, PLN santai menghadapi semua ini tanpa sedikit pun terlihat upaya untuk mengatasinya. Sangat kontras ketika pembayaran terlambat 2 hari saja maka dengan sigap rumah kita akan dikunjungi oleh petugas PLN sambil membawa secarik kertas yang berisi ancaman pemutusan listrik. Saya 2 kali menerima surat ancaman karena lupa tanggal jatuh tempo pembayaran listrik. Lalu tidak bisakah kita memberikan secarik kertas juga kepada mereka dengan kondisi seperti ini yang berisi "Maaf, bulan ini saya tidak bisa membayar listrik karena uangnya saya gunakan untuk membeli lilin, mesin genset, atau lampu charge". Saya yakin surat ancaman yang sama akan kita terima dan tunggu 2 hari berikutnya jika tidak dilunasi, maka listrik Anda akan benar-benar diputus oleh PLN.

Friday, January 16, 2009

Gaza Tonight

Kita miris dengan kekejaman Zionis Israel terhadap Gaza Palestina. Kecaman tidak hanya datang dari negara-negara yang berlabel muslim tetapi hampir seluruh negara di penjuru dunia kecuali Amerika Serikat yang tetap setia mendampingi atau bahkan mungkin justru membiayai penindasan tak berprikemanusiaan itu.

Sebuah lagu kemudian muncul yang mengusik nurani kita. Aku sendiri berusaha cari lagu itu karena sering mendengarnya di siaran berita TV Swasta Nasional TV One yang memutar lagu ini menjelang menyiarkan berita tentang konflik Palestina. Lagu ini dinyanyikan oleh Michael Heart degan judul We Will Not Go Down.

Untuk rekan-rekan yang ingin mendownload lagunya yang berformat MP3, silahkan klik DI SINI.

Inilah lirik lagunya yang sangat menyentuh:

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
Composed by Michael Heart


A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Salut dengan lagu ini, salah satu bentuk penolakan dan kecaman terhadap agresi Israel ke Palestina. konstribusi apa yang bisa kita berikan? Atau kita hanya berdiam diri terpaku menatap kekejaman di layar kaca? Keterlaluan jika tak seuntai doa pun terlontar dari bibir kita sebagai gambaran jiwa.

Wednesday, August 27, 2008

H.M. Zain Katoe Kembali Memimpin Parepare

Pesta Demokrasi Kota Parepare telah dilaksanakan hari ini (Kamis, 28 Agustus 2008), seluruh wajib pilih telah menggunakan hak pilihnya untuk menentukan pemimpin Kota Parepare untuk periode tahun 2008-2013.

Pemilu yang diikuti oleh 5 handidat hampir dipastikan dimenangkan oleh pasangan H.M. Zain Katoe - H. Sjamsu Alam (ZK Bersalam) dengan nomor urut 1 menyingkirkan 4 pasangan lain. Data ini berdasarkan hasil perhitungan cepat (Quick Count) yang mengunggulkan ZK Bersalam dengan 27.602 Suara atau sekitar 40.86% dari keseluruhan 67.557 suara yang masuk.

Sekedar menyegarkan ingatan bahwa H.M. Zain Katoe adalah Walikota Parepare pada periode sebelumnya dan jika beliau benar-benar kembali terpilih maka bagi orang bugis diistilahkan dengan "Oppo'".

Sebagai bagian dari Kota Parepare, saya berharap bahwa ke depan Parepare akan lebih baik diawali dari proses Pemilu ini. Walikota terpilih menjadi harapan utama perbaikan itu terutama dalam hal pendidikan karena Kota ini dikenal sebagai kota Pendidikan. Harapan masyarakat sedang melambung yang tentu saja membutuhkan pembuktian yang nyata.
Selamat kepada Bapak H.M. Zain Katoe dan Bapak H. Sjamsu Alam atas terpilihnya memimpin Kota Parepare. Semoga bisa membawa kota Parepare menjadi lebih baik. Harapan kami ada di pundak kalian, jangan kecewakan kami...

Tuesday, August 26, 2008

Parepare Diambang Pesta Demokrasi

Entah berawal dari mana sehingga ajang PEMILU disebut sebagai PESTA DEMOKRASI. Apa karena dengan Pemilu artinya banyak pesta besar-besaran misalnya menghamburkan uang untuk menarik simpati pemilih entah dengan cara terselubung atau terang-terangan, entah dengan cara haram atau halal, atau pura-pura tidak tahu batas halal-haramnya. Entahlah, aku sendiri tidak memahaminya. Mungkin terlalu bodoh atau lesu melihat proses demokrasi negeri ini yang "katanya" dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Aku kemudian teringat dengan istilah kebanyakan orang Parepare untuk mewakili keraguan atas sesuatu "Tongeng Mo Ga...???"

Apa pun alasannya, apa pun dinamika yang mewarnainya, Demokrasi harus tetap berjalan di negeri kaya raya dan bermartabat kita Indonesia ini. Karena masalah apa pu yang membelit negeri ini tidak mengubah pandangan dan kebanggaanku terhadap negeri ini. Aku tetap bangga dilahirkan dan diberi kesempatan hidup di negeri Indonesia ini.

28 Agustus 2008 adalah salah satu moment yang akan menjadi sejarah bagi Kota Parepare karena pada saat itulah untuk pertama kalinya kota ini akan menyelenggarakan Pesta Demokrasi dalam bentuk pemilihan langsung untuk menentukan Walikota Parepare pilihan rakyat Parepare yang akan memimpin kota ini untuk periode 2008-2013.

Masyarakat pemilih disuguhi lima pasangan kandidat Walikota Parepare berdasarkan urutannya: (1) H.M. Zain Katoe - H. Sjamsu Alam (ZK Bersalam); (2) H.M. Taufan Pawe, SH - dr. Arvanita Andi Dengkeng (Ta'at); (3) H.A. Tadjuddin Kammisi - H.A. Rahman Saleh (Hati Rakyat); (4) H.A. Faisal A Sapada - Paseng Madong (FAS-Dong); (5) H.A. Syamsul Mallarangeng - H.A. Ridha Ali (Syariah). Kelima kandidat inilah yang akan memperebutkan posisi paling strategis di Kota Parepare.

Sebelum pencoblosan tanggal 28 Agustus 2008 telah digelar kampanye untuk memperkenalkan wajah-wajah kandidat dan tentunya visi dan misi mereka kalau tidak mau dibilang "Janji-janji". Berbagai upaya telah dilakukan termasuk konvoi di jalan dengan mengerahkan massa yang jujur saja sangat menganggu kelancaran jalan raya, apalagi banyak diantara simpatisan yang berkendara ugal-ugalan tanpa memperhatikan keselamatan orang lain. Tetapi apa pun itu, bagi saya masih wajar untuk negeri seperti kita yang baru merangkak belajar berdemokrasi.

Sebagai bagian dari kota Parepare saya berharap PEMILU Parepare berjalan dengan lancar dan tertib pada saat pemungutan suara terlebih pasca pemungutan suara. Kita harus belajar dari daerah lain, baik yang sukses maupun yang terhambat dalam proses pemilunya. Kita selayaknya meniru daerah yang sukses dengan menerima apa pun hasilnya dan tidak menjadi "bodoh" dan menodai proses demokrasi.

Bagi kandidat: Selamat berjuang...!!!, dan bagi pendukung: mari menerima dengan lapang dada apa pun hasilnya. Pemenang hanya satu, tapi tidak berarti menjadi kekalahan bagi kandidat lain. Banyak cara untuk memajukan Kota Parepare, tidak hanya dengan menjadi Walikota.

Monday, November 12, 2007

Sulawesi Selatan: Era Baru Hasil Demokrasi

Pasangan Terpilih: Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (SAYANG)

Sulawesi Selatan memasuki era baru dengan adanya pergantian tampuk kepemimpinan tertinggi yaitu gubernur. Pemilihan secara langsung yang diselenggarakan pada tanggal 5 Nopember lalu, telah memperlihatkan hasil meski belum resmi dari KPU yang nanti akan diumumkan tanggal 16 Nopember mendatang.
Perhitungan sementara yang sudah bisa dipastikan kebenarannya memenangkan pasangan nomor urut 3 (Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang yang dikenal dengan julukan SAYANG) mengungguli dua pasangan pesaingnya (Amin Syam-Mansyur Ramly dan Aziz Kahar Muzakkar-Mubyl Handaling). Syahrul Yasin Limpo adalah Wakil Gubernur Sulawesi Selatan saat ini, Agus Arifin Nu’mang adalah ketua DPRD Sulawesi Selatan. Sementara pesaingnya Amin Syam adalah Gubernur Sulawesi Selatan saat ini dan Aziz Kahar Muzakkar adalah anggota DPD wakil Sulawesi Selatan.
Pesta demokrasi telah berlangsung layaknya sebuah pertarungan akbar. Dalam setiap pertarungan akan memunculkan pihak yang menang dan pihak yang kalah. Demokrasi telah berhasil dijalani dengan baik sebagai sebuah proses pendewasaan politik terhadap masyarakat meski disadari bahwa proses ini belum berjalan sebagaimana mestinya karena masih adanya usaha-usaha di luar jalur yang dipraktekkan oleh oknum Cagub ataupun pendukungnya untuk memenangkan pertarungan. Sebagai sebuah negara yang sedang belajar, maka hal itu hanyalah sebuah konsekuensi yang semestinya menjadi pelajaran dan bukannya menjadi masalah untuk menjadi bibit-bibit konflik.
Masyarakat Sulawesi Selatan dengan beragam etnik dan budaya yang hidup berdampingan dengan serasi harus dewasa dalam menerima hasil Pilkada ini, meski nampak jelas bahwa pasangan Cagub yang ada sekarang seakan menggambarkan pengkotakan dan keterwakilan etnik dan budaya.
Masyarakat telah memilih, memperlihaktan bukti bahwa kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat, bukan di tangan partai atau golongan tertentu. Jadi patut disadari bahwa terpilihnya pemimpin baru adalah andil dari masyarakat maka seyogyanyalah bagi pemimpin terpilih membalas budi. Masyarakat tidak menuntut lebih, hanya ingin menagih janji politik yang terucap melalui kampanye. Cukup laksankan itu, maka masyarakat akan puas, dan Sulawesi Selatan akan maju, tidak seperti hari ini yang selalu menjadi bayang-bayang dan berada di bawah ketiak daerah Jawa. Buktikan bahwa Sulawesi Selatan memang salah satu propinsi terbaik di negeri ini, di tangan seorang pemimpin yang teguh akan janji, mementingkan kepentingan masyarakat di atas segalanya dan berusaha menghapus penyakit menular KKN di tanah ini.
Selamat buat pemenang dan jangan berlebihan dalam merayakan kemenangan karena sesungguhnya beban di pundak anda sangat berat.
Bersabarlah buat yang kalah dan berusaha menerima ini dengan lapang dada. Bersyukurkah anda karena tidak harus pusing dengan problematika propinsi ini yang begitu berat.
Untuk para pendukung, mari terima ini secara dewasa. Sebagaimana pun kita mendukung dan mengingkari hasil Pemilu, darah kita tetap sama, darah Sulawesi Selatan dibalut suku Makassar, Bugis, Toraja dan beberapa suku minoritas lainnya seperti Konjo, Duri, dll.
Hentikan perang dalam bentuk apa pun termasuk perang kata-kata seperti yang dituangkan dalam bentuk komentar di Harian Fajar.

Friday, March 30, 2007

Parepare

Itulah nama kota yang saat ini kudiami untuk meniti karrier. Konon kota ini adalah tempat kelahiran mantan Presiden ke III Prof. Dr. Ing. Baharuddin Jusuf Habibie. Kota yang sukses dalam bidang niaga dan menghasilkan banyak devisa untuk daerah (klo tidak salah namanya PAD) sehingga dikenal dengan "Kota Bandar Madani".
Sebenarnya kota ini cukup kecil tetapi aktivitas masyarakat sangat mobile dan menjadi kota terbesar kedua setelah Makassar di Sul Sel, baik bidang perdagangan terlebih lagi politik. Jauh sebelum ke kota ini, aku dengar bahwa kota ini adalah "lumbung cewek" yang entah dalam skala pengertian apa. Tapi memang itu terbukti menurut skala pemikiranku yang sempit, kota ini menjadi kota yang sangat mobile dalam dunia hiburan apalagi hiburan malam. Tengoklah sebuah nama jalan yaitu Jl. Pelanduk. Mungkin semua orang yang mengenal kota ini tak asing dengan nama jalan itu sebagai sebuah simbol dunia malam yang hitam. (Itu dari sisi hitam).
Tetapi secara nyata, kota ini memang menyuguhkan kaum hawa dengan tingkat dan cara bergaul hampir tak berbeda dengan Kota Makassar yang terlebih dahulu maju sebagai kota Metropolis, berbeda dengan daerah lain di Sul Sel. Tapi apakah itu indikator kemajuan?, pikiran bodohku tak mampu menjawab.
Tapi sisi baik dari kota ini cukup banyak. Untuk pelayanan publik, mungkin Kota ini salah satu yang terbaik dan memperoleh penghargaan dari pemerintah pusat "yang entah apa namanya" dan menjadi percontohan administrasi di Indonesia. Selain itu, kota ini meraih Adipura dua tahun terakhir.
Untung saja sisi gelap Kota ini mampu tertutupi dengan berbagai prestasi yang entahkah itu seimbang. Aku hanya pendatang di Kota ini yang belum genap setahun. Mudah-mudahan kota ini mampu menjawab semua obsesi dan keinginanku.

Thursday, March 29, 2007

Oemar Bakri telah Terinjak

Santer di media bagaimana seorang guru di Takalar (salah satu Kabupaten di Sul Sel) yang harus meringkuk di Penjara. Sebuah fenomena yang sangat memiriskan dan semakin membuktikan dekadensi moral di negeri ini pada semua strata.
Setiap orang berpeluang untuk menikmati bui jika sesuai dengan yang dilakukannya tidak dengan jalur yang tidak wajar. Karena ketidakwajaran itu pula, PGRI setempat menginstruksikan seluruh guru untuk mogok mengajar sebagai aksi protes atas keputusan yang tak bijak itu.
Seorang guru yang berusaha menjalankan tugasnya sebagai pengajar dan sekaligus pendidik yang ingin melihat anak bangsa tercerahkan harus berakhir di penjara yang tak seorang pun menginginkannya. Sang guru konon menegur seorang siswa yang tidak masuk mengikuti pelajaran saat pembelajaran berlangsung, alhasil dibalas oleh sang siswa dengan kata-kata yang tidak pantas. "Ana' Sundala: Anak Haram yang lahir dari seorang pelacur", kata yang sangat tidak pantas untuk komunitas Bugis Makassar terucap oleh sang siswa untuk gurunya yang harusnya dihormati. Atas nama "Siri na Pacce: Harga diri" sang guru memberi hukuman fisik. Naasnya, siswa tersebut adalah anak dari seorang camat yang neneknya adalah anggota DPRD. Jadilah persoalan ini ajang unjuk kekuasaan yang semakin membuktikan bahwa penguasa berhak menentukan apa pun dan kekuasaan yang seharusnya melindungi masyarakat justru menindas masyarakat. Polisi, hakim telah menjadi buta atau dibutakan oleh "sesuatu" sehingga terinjaklah "Sang Oemar Bakri".
Guru tetaplah manusia biasa dengan perasaan peka dan bermartabat yang ketika terusik maka emosi tak terelakkan dan itu wajar terjadi pada semua yang berlabel "manusia". Tetaplah berjuang Oemar Bakri, mengajar dan mendidik anak bangsa agar kelak bangsa ini bermartabat meski semua itu tak pernah dihargai oleh siapa pun.

Sunday, October 8, 2006

Meraih Keyakinan

Berjalan tanpa keyakinan akan tujuan adalah sebuah kesalahan. Namun berpijak pada sebuah keyakinan yang salah adalah sebuah kebodohan dan kesia-siaan. Keyakinan adalah mutlak menjadi milik kita, dan bukan sebuah keyakinan jika itu diperoleh dari sebuah proses doktrinasi apalagi intimidasi, terkecuali melalui sebuah pengkajian mendalam sehingga ditemukan sebuah keyakinan absolut yang kita yakini sebagai sebuah kebenaran yang tentunya absolut pula.

Berbicara tentang keyakinan, sangat dekat dengan agama yang kita pilih sebagai jalan hidup. Namun apakah kita memilih?. Belum tentu... Padahal hidup adalah sebuah pilihan sadar.

Tak bisa dipungkiri bahwa banyak diantara kita memeluk agama "warisan" orang tua, tanpa diberi kesempatan untuk memilih. Saya adalah pemeluk Islam, dan kurang lebih itulah yang terjadi dalam hidupku. Aku sadar, keislamanku adalah warisan orangtuaku dan hingga kini aku belum menemukan arti keyakinan yang sesungguhnya.

TIdak asing di telinga kita istilah "Islam KTP" yang berarti orang islam tapi tidak menjalankan syari'ah. Sangat wajar, karena keyakinan itu tidak tumbuh dalam jiwa. Coba tengok kehidupan para Muallaf yang getol menjalankan syari'ah. Sangat wajar, karena keyakinannya tumbuh dengan subur dan memaknai arti keyakinan dan kebenaran absolut yang diperoleh bukan tanpa sebab, tapi melalui pengkajian yang mendalam.

Apakah kita telah mengkaji keyakinan kita?. Haruskah "Islam KTP" kan terus melekat dalam diri?. Maka temukanlah arti keyakinan yang absolut itu, maka semoga kan kau temukan kebenaran yang absolut.

Persembahan untuk "diri" yang telah jauh dari jalan Tuhan, dan ingin menarik diri kembali ke Pelukan-Nya. Semoga.